Monday, May 15, 2006

They hate us!

Seorang konsultan menulis sebuah artikel beberapa hari lalu di sebuah situs IT Service Management. Judulnya: Why do Business Managers Hate IT?

Well, 'benci' begitu katanya. Jika kita ingat-ingat pepatah, 'tak kenal maka tak sayang', maka
ada satu kesimpulan 'jitu' yang sebetulnya bisa kita ambil. Jawaban dari judul artikel tersebut, sebenarnya sederhana, karena mereka, para manajer bisnis, 'tidak kenal' dengan IT.

Beberapa hal berikut menambah parah 'kebencian' ini:

1. IT sinonim dengan pengeluaran; well, produk-produk IT apa sih yang murah??
2. IT juga terlalu terintegrasi dengan berjalannya proses bisnis sehari-hari, akibatnya value
dari IT menjadi 'samar' dan tidak mudah diidentifikasi.
3. Manajer IT, kebanyakan tidak business-savvy, bahkan cenderung kurang mau tau dengan bisnis perusahaannya.
4. dan beberapa alasan lainnya.

So, kembali dengan masalah 'tak kenal maka tak sayang'.

Bayangkan sebuah managerial meeting, dimana seorang procurement manager sedang mempresentasikan laporan kinerja tahunannya. Terbayang bahwa mereka sedang menayangkan angka-angka untuk mewakili keahliannya mereka dalam menegosiasi harga. Sebuah laporan tipikal dari departemen ini biasanya berupa spreadsheet dengan satu kolom berisi angka retail price dan satu kolom lagi di samping berisi angka riil hasil negosiasi mereka. Dan terakhir pada lajur paling akhir, diketik tebal-tebal, saving yang telah mereka hasilkan untuk perusahaan. Ini semua mewakili kontribusi departemen mereka dalam memaksimalkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Dan yang lebih penting adalah, semua manajer departemen lainnya tahu dan paham mengenai apa yang mereka kerjakan dan bagaimana impact-nya ke keseluruhan kinerja perusahaan.

Inilah salah satu permasalahan penting yang harus dihadapi oleh banyak manajer TI. Mereka harus mampu menunjukkan value-nya serta kontribusi-nya dalam bentuk yang terukur dan yang terpenting, dapat dipahami oleh keseluruhan fungsi-fungsi perusahaan.

Well, again, sounds like marketing to me!!

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi permasalahan seperti ini adalah mencoba untuk menerapkan konsep-konsep pemasaran dan IT Service Management. Beberapa langkah penting dalam program seperti ini meliputi:

1. Mendefinisikan 'produk' dari IT yang berupa service.
2. Menyusun daftar dari keseluruhan service yang 'ditawarkan' IT kepada keseluruhan
fungsi-fungsi bisnis lainnya.
3. Menyusun Service Level Agreement, tentunya dengan sepengetahuan para manager departemen lainnya, sebagai tolok ukur kualitas dari service yang disediakan oleh IT.
4. Menyusun laporan serta matriks yang berisi impact dari kinerja IT terhadap kinerja
keseluruhan perusahaan.
5. Menyusun program-program peningkatan kualitas yang tentunya melibatkan para manajer
departemen lainnya.

Perlu diketahui, bahwa menyusun program-program pemasaran serta IT Service Management
memerlukan waktu dan usaha yang tidak sedikit. Namun pada gilirannya, IT akan bisa menerima penghargaan maupun value yang lebih tinggi dari perusahaannya, dan yang penting, royek-proyek IT 'besar' lainnya akan lebih mudah mendapat persetujuan.

Well, we all wish it to come true!

No comments: