Pagi ini ada paper (Economic and Technical Drivers of Technology Choice: Browsers) menarik yang saya baca, mengenai perang browser. Artikel ini bercerita mengenai aspek-aspek apa saja yang diperlukan oleh sebuah produk teknologi untuk dapat menguasai pasar, mengalahkan pesaing, menguasai porsi pasar dan menjadi pemimpin pasar. Penyampaiannya menggunakan contoh perang browser di era 90-an hingga kini. Generalisasi yang suprisingly diterima oleh kebanyakan kalangan akademis di Amerika. IE dan Netscape ditulis oleh penulisnya sebagai contoh terbaik mengenai bagaimana pemasaran dan distribusi memiliki peran yang amat sangat signifikan bagi kesuksesan sebuah produk teknologi.
Paper yang ditulis oleh 2 orang professor HBS dan Stanford ini akhirnya mengambil kesimpulan sebagai berikut:
"Looking at both the pace of adoption of new versions of the browsers and the brand choice made by users, distribution played a larger role than did technical progress in determining the market outcomes."
Browser sangat terkait dengan kemajuan teknologi, namun untuk dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sebagai sebuah teknologi standar, diperlukan aspek lain yaitu distribusi serta pemasarannya. Bahkan aspek yang terakhir ini DUA KALI lebih penting dari kemajuan teknologi sebuah produk browser. Hal ini tercermin dari perang antara IE dan Netscape, dimana Microsoft memperkuat aspek pemasaran dan pendistribusian IE beserta sistem operasinya serta menguatnya pemasaran PC selama medio 90-an.
Then what about Firefox??
Well, browser yang sedang naik daun ini setidaknya memerlukan 'keajaiban' untuk benar-benar bisa mengambil alih posisi sebagai pemimpin. Beberapa barrier yang perlu dihadapi oleh Firefox antara lain:
Pertama, browser ini terkenal dan dikenal hanya oleh pengguna tech-savvy, bukan pengguna biasa, yang jelas menjadi sasaran pasar rumah tangga.
Kedua, di kalangan korporat, tidak banyak IT Manager yang mau mengambil resiko dengan mengganti browser standar mereka selain IE. Why? Alasan yang terbesar adalah sebagian besar situs web dirancang dan dioptimalkan untuk dibuka oleh IE.
Ketiga, butuh aspek inovasi yang luar biasa yang tidak dapat dilakukan oleh Microsoft dengan IE-nya atau perlu sederet masalah yang luar biasa yang dialami IE.
Keempat, dan yang terpenting adalah WEBMASTER. Merekalah barrier utama Firefox untuk dapat mengambil porsi pasar yang lebih besar.
Informasi ini menarik, karena apa? Karena ternyata kita sebagai techie, akhirnya harus mengakui betapa besarnya andil serta penghargaan kepada para marketer dalam sebuah organisasi. Well, this paper proves it all.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment